NEVER LOOK BACK

Stories by InesT

Wanita February 18, 2009

Filed under: Daily Journals — InesT @ 7:44 pm

Seorang gentleman memasuki ruangan meeting. Semua mata tertuju akan kehadiran pria asal Inggris ini. Langkah ringan dengan senyum manis menghangatkan suasana pagi yang dingin. Kaos berwarna biru dan celana panjang hitam, serta sepatu hitam mengkilap melengkapi sosok ramah seorang Dean. Wajah-wajah penasaran kami seakan langsung tertangkap di matanya.

”Selamat pagi dan selamat hari Valentine, wanita-wanita cantik. Saya Dean Davis”, sapanya hangat dengan aksen kental Britishnya. ”Lihat saya membawa coklat untuk kalian semua dan semoga kalian semua tidak bersedih menghabiskan hari valentine ini bersama kami. Senang sekali berjumpa dan berkenalan dengan kalian dihari pertama kongres SEF”, begitulah meeting awal kerja dibuka. Waktu tepat menunjukkan pukul 07.45, tanggal 14 Pebruari 2009.

Dean satu-satunya pria di event organizer ini dan akan menjadi Bos-ku untuk dua hari kedepan. Sepuluh gadis dari berbagai mancanegara dimana sebagian dari mereka lahir dan besar di Jerman turut membantu berjalannya kongres ini. Mereka adalah partner kerjaku. Empat wajah sudah kukenal dari empat kongres yang sudah kulewati. Tidak hanya bermodalkan wajah dan tubuh yang elok, mereka pun sangat berbakat dan memiliki sebuah profesi. Pianist, artist, kritikus film, ilmuwan, dan tak lupa kemampuan mereka dalam berbahasa asing patut sekali diacungkan jempol. Tiga bahasa asing, itu adalah rata-rata bagi mereka yang ingin lolos casting ini. Bayangkan Katja menguasai dan fasih enam bahasa asing dunia, Isabel menguasai lima bahasa dan sisanya empat/tiga bahasa. Dengan usia yang sangat muda mereka sudah memiliki kemampuan yang luar biasa. Aku terpukau sekali…Kagum akan mereka. Semangat positif mengalir deras di tubuh lelahku.

Wanita benar akan menguasai dunia bukan?

Doris, Bos asli Jerman dari agen kerjaku tampak duduk disudut kiri ruangan. Matanya menatap kami satu persatu, dan berharap tidak akan terjadi kesalahan dari kami semua selama masa kerja. Kredibilitas kami sangat diharapkan sekali. Doris sangat profesional dan perfectionist sekali.

Sepuluh jam hari pertama dan sembilan jam hari kedua selama kongres berlangsung sangat cepat. Semua berjalan lancar, 1000 delegasi dari 125 negara, ikut memeriahkan jalannya kongres. Mereka sangat kooperatif. Pastinya mereka telah membayar mahal untuk berpartisipasi dalam kongres dan diskusi para ahli tentang penemuan sebuah obat baru untuk para perokok aktif. Aku pun tak ketinggalan berkenalan dengan beberapa wajah yang disegani, mereka adalah Professor-professor kehormatan dari berbagai universitas dan perusahaan medicine bergengsi dunia. Satu lagi pengalaman yang menarik.

Disela-sela break sepuluh wanita berkumpul dan bersenda gurau bersama. Isabel, Theresa, Julia, Katya, Chang, Honesty, Gemma, Ebru, Ina, dan Katrin, begitulah nama-nama kami. Rasanya kami saling mengagumi satu sama lain. Ada sesuatu yang terjalin. Kamipun bertukaran email dan berjanji dalam waktu dekat akan bertemu kembali.


Meeting seusai kongres berjalan singkat. Dean menjelaskan bahwa mereka puas dengan hasil kerja kami dan tak lupa kami dikontrak langsung untuk kongres yang berikutnya. Kami juga diundang untuk pesta perpisahan mereka di sebuah cafe bergengsi di Berlin. Mata Doris mengawasi kami dengan senyum puas terukir dibibir tipisnya.

Doris berteriak dengan bangga, ”Good Job Ladies”….

(Taklukkan dunia bersama, wahai para wanita)

 

4 Responses to “Wanita”

  1. Benji Says:

    enak juga jadi si Dean Davis. Raja minyak dua hari tuhhh
    (peace nest), apa kabar neng?

  2. Sam Says:

    Wah gallerynya ko ditutup? protes gw

  3. Richard Says:

    Apa kabar Nest? kapan kesini?

  4. Blue Says:

    Once again, i envy you..


Leave a Reply