NEVER LOOK BACK

Stories by InesT

I-Kan March 27, 2008

Filed under: Daily Journals, Experiences, Opinions — InesT @ 6:51 pm

Suatu pagi yang cukup terbilang cerah di Berlin. Bersiap-siap menuju kantor berlokasi strategis-tengah kota yang hanya 7 menit dijangkau dangan kereta bawah tanah. Seperti biasa buku dan ipod siap sedia menemani selama perjalanan didalam kereta. Tak ada firasat buruk sesuatu akan terjadi.

Turun dari kereta dan dilanjutkan dua menit berjalan kaki melewati massage terapi, restoran Itali dan toko sepeda. Disitulah biasanya aku memperbaiki sepeda bila terdapat kerusakan pada rem atau ban. Karena tetangga, beruntungnya aku sering mendapat harga miring setiap kali reparasi. Dari jauh terlihat sudah bangunan tua sisa dari masa perang dingin dulu berdindingkan batu bata, disinilah laboratorium dan ruang kerjaku berada. Bangunan ini pun sering digunakan untuk syuting film. Sering sekali aku bertemu dengan para artis German di daerah sini.

Di lantai satu lorong kanan disitulah terletak ruang kerjaku. Bersebelahan dengan kantor Profesor dan satu ruangan dari divisi lain.

Dua meja tertata rapi ditengah ruangan dan terdapat dua jendela langsung berseberangan dengan pintu masuk. Cahaya matahari menyapa meja kerja dan menghangatkan suasana. Dua lemari besar di kedua sisi dinding penuh dengan buku, journal, dan folder milik profesorku. Dua tanaman dikemas apik dalam pot putih menghiasi rumah keduaku. Mesin fotokopi, fax, dan telefon berjejer di sebuah meja melekat ke sebuah sisi dinding putih.

Setelah menggantung jaket, memeriksa fax dan email yang masuk aku putuskan untuk turun ke laboratorium di lantai dasar. Sekedar say hello untuk semua ikan-ikanku. Ini ritual istimewaku setiap harinya. Ratusan aquarium berada dalam lab kami. Ada 3 ruangan masing-masing dipisah dengan sebuah pintu. Biasanya hampir semua aquarium merupakan bahan eksperimen. Kami hanya fokus untuk ikan-ikan tropik air tawar, sejauh ini kebanyakan berasal dari Africa dan America.

Setelah menyapa ikan-ikan centilku di ruangan kecil pertama, aku beralih ke ruangan besar kedua. Pandanganku langsung dikejutkan dengan keadaaan yang sungguh merana dan menyedihkan. Sebuah aquarium besar dengan air sangat keruh penuh gelembung-gelembung udara dengan ikan-ikan cantikku mengapung di permukaan air. Mereka mati!! Ikan istimewa tersebut berasal dari Africa bernama Campylomormyrus tamandua. Celakanya ikan tersebut mengandung makna tersendiri dan memiliki sejarah penting bagi profesorku. Ikan tersebut telah menghiasi laboratorium kami lebih dari 7 tahun lamanya. Tiada yang menyangka mereka mati dengan menyedihkan.

Aku pucat sekali, teknisi sepertinya belum datang. Sialnya aku yang pertama kali mengetahui hal ini. Aku langsung memeriksa temperatur air. Tak salah 44°C!. Dan sepertinya heater pun meledak. Tak ada yang bisa dilakukan selain menunggu teknisi dan supervisor. Syukurnya ini bukan aquarium untuk eksperimen.

Inilah beratnya bekerja dengan binatang hidup. Tak ada hari libur bagi kami. Meski akhir pekan kami harus datang sekedar untuk memeriksa apa si ikan-ikan tersebut berada dalam keadaan optimal dan eksperimen berjalan lancar. Tentunya pengukuran konduktivitas air, temperatur, pH, water level perlu rutin di cek. Tak heran setiap harinya kami sering dikejutkan dengan keadaan yang tak terduga, salah satunya kejadian pagi ini. Misalnya saja itu bahan eksperimen, alhasil semua runtutan percobaan harus diulangi kembali dari awal. Dari import ikan, masa aklimatisasi, design eksperimen, kembali aklimatisasi, dan masa percobaan. Bayangkan kalau ikan tersebut sudah melewati setahun masa eksperimen. Wuihhhhhhh sungguh menyebalkan!

Tak terbayangkan reaksi Profesorku….

 

3 Responses to “I-Kan”

  1. herdis Says:

    woi Nest kamana wae??? :(
    long time no see
    tambah rajin aja ya hi3x….

    YM saya kalau da waktu ya say !!!
    g luck n teker sweety

  2. hon3sty Says:

    Herrrrrddddddddddiiiiiiiisss…
    Kumaha damang kang?
    Inest disini aja. Banyak cerita baru ni Dis..Kita harus bahas ini ampe tuntas, begadang Inest jabanin deh.
    Jadi tour ke eropa ama bosmu Pak Malaranggeng?
    Thanks ya for stopping by!Talk to u soon

  3. Herdis Says:

    alhamdulillah sehat,
    boleh boleh jk memang diperlukan begadang he3x.
    ah, kebanyakan ngomong pemerintah kita mah hi3x…
    send to my e-mail aja so kita bisa buat janji.
    btw g luck ya,…

    nb
    saya rutin baca your blog so ulah hawatir trus ngikutin perkembangannya hi3


Leave a Reply