Setiap malam aku merenungi hari demi hari yang kulalui. Ribuan kali telah kutatap langit dan dinding kamar bisu dalam hening ciptaku. Dikala jenuh datang, pandanganku beralih ke bintang dan bulan sabit yang tak pernah bisa kusentuh. Seakan mereka mengiba, meratapiku dan menangisi keadaanku. Betapa bodohnya kau wahai anak manusia yang malang.
Dosa apa lagi yang hari ini aku perbuat,
Kesalahan apa lagi yang telah kulakukan, dan
Kebodohan apa lagi yang telah kutorehkan. Begitulah menjelang tidur menjemputku.
Hingga suatu pagi memeranjatkan tubuh rapuh dengan perih yang begitu dalam menoreh dada. Dimana aku tak sanggup lagi mendayung hidupku. Pada masa aku terbangun dari semua dosa, kesalahan, dan kebodohan yang menganggu tidur nyenyakku.
Ketika mata kosong menusuk hati kecilku.
Aku telah membodohi dan menipu jiwa ragaku.
Hanya malam sepi yang setia menemani dan aku larut dalam tangis panjang yang begitu pilu. Cermin itu meneriaki langkah kaki yang tertatih, menertawakan kecondongan perilaku, memelototi wajah pucatku, dan menampar pipi lembutku.
Ijinkan aku meminta maaf dari hati yang paling dalam. Kesalahan, dosa, dan kebodohan memang bukan untuk dilupakan tapi untuk diingat. Tidak ingin ku melangkah lagi ke gelapnya malam tanpa surya. Aku ingin melihat senyuman matahari mengelus wajah pucatku, menyapa mata kosongku, menghembuskan kehangatan ke tubuh rapuhku, dan mengalirkan energi positif ke darah merahku.
Maafkan aku karena memilih lorong gelap itu. Meski pilihan hidup selalu bercabang, kiri dan kanan. Sayangnya pilihanku bukan yang terbaik. Waktu tak lagi bisa kuputar mundur. Aku terlelap tatkala melangkahkan kaki beratku. Pada akhirnya terbangun murung bermujam duka saat matahari pagi bersinar tanpa kokok ayam menemani.
Terimalah maafku Teman. Aku ingin mengawali semua dengan baik. Aku juga manusia. Kesalahan, dosa, dan kebodohan tak akan luput dari hidupku.
Tapi aku akan beranjak maju dan menantang masa depan.
Tersenyumlah kepadaku dan turunkan bendera perang itu.
Aku mundur untuk merangkulmu.
Mengejutkanmu dengan keindahan lain yang kumiliki.
Jauhkan benci dari hati sucimu. Ijinkan aku terbang.
Terlalu lama sudah aku bermimpi.
Terima kasih akan hadirmu.
(Maafkan aku Teman, tak lagi mau bermusuhan)
-InesT-
wah..sedih sekali nest..semoga abis baca ini bendera perangnya turun deh ya
Tersenyumlah kepadaku dan turunkan bendera perang itu
angkat pedang saja hehehe
moga cepet baikan deh
@ Pucca: Thanks indeed Pucca, mmmhh semoga mereka baca ya.
@ Tumes_semut: jangan pake pedang donk, senyuman cukup mewakili permintaan maafku. Iya semoga ya semua pulih lagi. Meskipun kehilangan temen, tapi yang pasti dimaafin bikin lega hati. Punya musuh bikin kita totally unhappy! Aku nyerah.
ineeeest..kamu musuhan sama siapa lagi? as your old friend, gue seneng banget baca blog2 lo terdahulu, terutama yang tentang Perempuan hebat ku, kamu. karena gue udah liat temen cewe lo banyak, biasanya cewe cewe suka terlalu sirik untuk bisa gaul ma elo. hehe. i can nderstand that
.
tapi kok gini sekarang..
iya iya, bendera putih aja. kalo orangnya gak baca, samperin pake coklat. apa jangan2 ini untuk gue yah? hehehe
the best way of living is to follow your heart, you may like or dislike people, but no hatred. that’s what i learn just now in life.
miss u dear..
@ Mulia: Oh dear, miss u so much as well.
Temen banyak mul, dateng dan pergi.
Intinya dimusuhin mul. Ah udahlah, seperti yg km bilang you may like or dislike people but no hatred. Insya allah I have no hatred to anyone tho…doaku buat semua. Wanna hug you dear!
hug deep and sun jauh (somehow i can imagine qt bertiga curhat2an di kosan lo dulu d bogor. tema y sama..)
Ahhh … this is so familiar to my own experience. So much that I become numb to the whole thing.
I’m just happy enough to settle with people who like me for who I am, and not trying to change me to be more like them
nest, kamu cantik and pinter sih.. itu problem setiap wanita yang memiliki nilai plus, pasti ada aja yang gak suka dan memusuhi.. tapi no worries, friends come and go, but real friends, they stay through thick and thin..
kalo mereka musuhin ines, ya udah biarin aja, it’s their loss.
(gue sih gitu anaknya, bodo amet kalo ada org yang misunderstood ke gue atau sirik.. lol)