Ketidakpuasan itu mengendalikan jiwa.
Tak heran acap kali orang bicara rumput tetangga selalu lebih hijau.
Mencari dan menggali kesegala penjuru.
Memangsa semua yang lemah.
Pada ujungnya penyesalan timbul dan pengakuan terhadap sebuah kebodohan pun menguak.
Haruskah ketidakjujuran ini diakui dan diakhiri.
Lalu mengapa kekosongan selalu menghampiri?
Apakah ini pertanda seorang hamba telah terpuruk jauh dalam kenistaan dan lingkaran setan?
Pencarian ini belum berakhir meski keterbelengguan menguasai.
Pelabuhan itu akan datang dengan sebuah kebahagiaan yang tak terbeli dengan uang.
Tak peduli itu siapa, perasaan suci tidak berdusta.
Penat tak bisa mereda. Apa yang diawali akan selalu diakhiri.
Pertemuan dan perpisahan tak akan berujung.
Hasrat dan ambisi selalu menggelora.
Meski akal sehat membisiki, itu sebuah distorsi.
Kesempurnaan adalah nihil.
(InesT)
ungkapan semu yang seakan nyata..;p
Manusiawi banget. Semua mengalami!
Phase hidup…
Thanks Nal
(ko pake Donalbebek seh authornya?)
nest, baca bukunya aialin de botton, status of anxiety.
u will end up laughing ur unsatisfaction to ur self and insecurity of rumput tetangga!
hehe
Sehubungan dengan hal yang terkait dengan “Satisfaction” adalah memakai hukum dan kodrat dasar manusia dilihat dari sudut hukum ekonomi, dimana pada hukum tersebut disebutkan bahwa “manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas dimana alat pemenuhan kebutuhan manusia itu terbatas” dan jika aku tambahkan bahwa kadang kala manusia itu mempunyai kebutuhan dimana ketika ditanya alat seperti apa yang dia butuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mereka tidak bisa menyebutkan bentuk alat tersebut. Itulah sifat dasar manusia.
manusia bisa BERUSAHA sesempurna mungkin seperti apa yg ia inginkan.
manusia bisa BERUSAHA MENJADI sempurna seperti apa yg ia bayangkan.
manusia bisa berusaha menjadikan sesuatu sempurna seperti yg ia rencanakan.
sesempurna apakah yg ia inginkan?