NEVER LOOK BACK

Stories by InesT

Dia: Garin Nugroho February 25, 2008

Filed under: Daily Journals, Experiences — InesT @ 10:30 pm

Setelah mengantar Ranti kembali ke Marriot Hotel, aku langsung menuju kesebuah pusat perbelanjaan terkenal didaerah sana. Ranti harus terbang malam itu juga kembali ke Qatar (Ranti adalah seorang pramugari muda di Qatarairways, dengan jam terbang internasional).

Tampak ramai sekali pengunjung di Arkaden. Ticket box untuk Berlin International Film Festival (Berlinale) masih berjajar di sana. Ratusan ribu pengunjung dari penjuru dunia berkumpul disini. Berlinale memang dashyat.

Wajahnya serasa familiar sekali, tatkala kami berpapasan di Potsdamer Platz Arkaden-Berlin, beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 12 Februari hari Sabtu.

“Halo“, sapanya dengan senyum sumringah.

“Halo juga, dari Indonesia ya mas?“ jawabku hangat. Kami pun berjabat tangan.

”Saya Inest”. Dia tidak menyebut siapa namanya. Aneh!

”Iya ni, mau lihat Berlinale” tegasnya.

Ternyata dia tidak sendirian. Ada seorang remaja berdiri disampingnya. Mungkin putranya. Ibra begitu namanya.

”Student disini ya?“

”Iya” jawabku.

”Ok, saya jalan dulu ya”, katanya.

”Silahkan, have fun in Berlin ya mas”, balasku

“Terima kasih”, jawabnya. Itulah percakapan singkat kami tanpa tahu siapa namanya.

Dan sialnya baru hari ini aku menyadari itu wajah siapa. Ketika aku sibuk membaca artikel tentang Chairil Anwar dan Asrul Sani, tanpa sengaja aku terdampar ke sebuah situs internet dengan wajah itu memenuhi hampir setengah halaman laptopku. Lalu mataku langsung menangkap nama yang tertera dibawahnya: Garin Nugroho.

Ah ternyata dia seorang Garin Nugroho.

Pantas saja dia tidak sebut namanya sewaktu kami berkenalan.

Pastinya dia kira aku kenal atau setidaknya tahu bahwa dia si sutradara kondang itu. Terkenal dengan film arahannya ”Cinta dalam sepotong roti” dan sutradara di puluhan film lainnya. Putra bangsa yang berhasil meraih penghargaan FIPRESCI (International Federation of Film Critics) di Berlin (1996) dan Singapore (2000).

Jujurnya aku memang merasa itu wajah sangat familiar, tapi dimana ya? Pikirku waktu itu.

But who cares? Lalu aku sibuk menghabiskan sabtu sore dengan hobi gilaku, shopping.

Ah Mas Garin Nugroho, semoga dirimu tidak lupa pernah berkenalan denganku….LOL

 

3 Responses to “Dia: Garin Nugroho”

  1. mulia Says:

    nes nes, jadi inget pas lo kenalan sama salah satu bintang iklan terkenal di bogor dulu..hahaha..kalo itu rada parah ye..pede banget!

  2. mulia Says:

    neng, gue udah mau pingsan ngerjain tesis satu setengah bulan nonstop-sabtu minggu-setiap hari more than 12 hours kali yah..
    nih gue ke ireland juga presentasi tesis neng..
    doain yah!

  3. alanin Says:

    bukan ibra, tapi gibran


Leave a Reply